surreal, but nice.

  • Random
  • Archive
  • RSS
  • Ask me anything
  • Submit

I miss you but I hate you

Begitu kira-kira satu kalimat yang paling tepat menggambarkan perasaan saya terhadap Jakarta.

Selama hampir seumur hidup saya tinggal di kota ini. Dari jamannya Jakarta belum sepadat hari ini, belum banyak motor dan mobil di jalan, belum terlalu banyak macet, belum banyak jalan layang, belum banyak mall, belum separah hari ini kadar polusinya, belum banyak bangunan apartemen dan belum-belum lainnya. Sekarang hilangkan semua kata belum pada kalimat tadi, yak, begitulah Jakarta hari ini.

Terbayang Jakarta yang amburadul? Jakarta yang kacau? Jakarta kota macet? Jakarta yang kusut? Jakarta yang tidak tertata dengan baik? Yah, memang begitulah Jakarta hari ini. Tapi percaya atau tidak, Jakarta itu ngangenin, buat saya pribadi.

Coba rasakan tinggal di kota lain untuk beberapa waktu, pasti ada saat tertentu di mana rasanya tiba-tiba ada kerinduan untuk pulang dan menengok Jakarta meski hanya sehari atau dua. Itulah perasaan yang sebulan sekali muncul, waktu saya sempat merasakan hidup 4 tahun di Bandung. Tidak ada yang salah dengan Bandung, kota yang menyenangkan, sejuk, biaya hidup murah dan banyak tempat makan enak. Tetap saja Bandung bukan Jakarta. Walaupun menyenangkan, di waktu-waktu tertentu pasti ada kalanya muncul rasa jenuh dan bosan yang bisa diobati dengan pulang ke Jakarta sesaat.

Coba rasakan berkunjung ke kota lain, dalam atau luar negeri, secara otomatis pasti kita akan membandingkan kota tersebut dengan Jakarta. Baik atau buruk perbandingan yang kita buat antara kota tersebut dengan Jakarta, sebenarnya kita sedang teringat akan Jakarta dan mungkin tanpa sadar ada sedikit kerinduan akan Jakarta di situ.

Sebenarnya ntah apa yang dirindukan dari Jakarta yang semrawut ini. Saat perasaan rindu itu muncul dan saya memutuskan untuk pulang ke Jakarta, toh tetap saja saya masih ngedumel tentang kondisinya. Tetap saja saya mengeluh tentang kondisi Jakarta yang semakin hari semakin macet gak karuan. Tetap saja saya bertanya-tanya “kenapa sih Jakarta gak bisa rapih kayak …”. Mungkin karena keluarga dan sahabat makanya bisa muncul rasa rindu Jakarta, atau mungkin karena ritme hidup di Jakarta, atau mungkin karena memang hampir seumur hidup tinggal di Jakarta atau mungkin juga karena semuanya serba ada di Jakarta.

Buat saya Jakarta adalah rumah, mungkin itu alasan yang paling tepat menjelaskan kalau ditanya kenapa Jakarta ngangenin walaupun sebenarnya amburadul.

    • #jakarta
    • #racauan
  • 10 months ago
  • 1
  • Comments
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

xoxo, gossip girls

Spotted, a table of seven was reserved that night. Located in one of the hippest restaurant in Jakarta there were 7 ladies sat on that reserved table. They knew each other for quite a long time. Long enough that every month they have this urge to meet each other just to catch some shits up. Long enough that they can utter everything they come up with in their mind about each other. There were compliments, mocks, advices, tips, and of course some gossips.

Nothing much special about the rendezvous that night. They were just enjoying the ambience of the open-air restaurant on the top of a building somewhere in Sudirman, ordered some drinks and meals. The table around them could hear their laughs clearly. They sounded very happy, very stress-free. Well that is exactly how they always feel whenever and wherever they have a rendezvous.

And as the night got darker, things got more intense. Without any meaning to judge each other they were sharing thoughts about one of the lady’s issue, a pretty complicated one. They weren’t telling her that she did wrong, they were just reminding her that she deserved to be happy and that she always have choices.

Long short story, they decided to end the argument for it might take the whole night with no conclusion nor solution. Even after such argument they still laugh about many things to end the rendezvous. In the end, they just love each other, and that is why they had such argument that night.

A little highlight from their conversation that night…

“No, you can’t please everybody”

“It takes two to tango”

“You know you always have choices, make sure you choose the right one”

“Why bother caring so much about him if he doesn’t give a shit about you. If he wants you back he has to fight for it. Words are not enough”

“You need to be selfish sometimes and think about yourself more, your feelings.”

“Naah.. It’s like a never ending drama you created yourself”

“Stop staying in the office until midnight. Get a life! Get a new job, to be precise”

“Once in a while, you have to push yourself into a heartless bitch and just block everything about him from your life. It sucks, I know. But it works for the better of everybody”

“Before you can love others, you have to love yourself first”

“Sweetie, you deserve to be happy”

If any of you happens to know these ladies or see or hear them in a rendezvous then perhaps you know which words come out from whose mouth.

    • #jakarta
    • #rendezvous
    • #friends
  • 1 year ago
  • 1
  • Comments
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

wark werk work

“yaampun gua capekk banget kerjaaa” “eh gileee kerjaan gua gak abis-abis gini, dateng lagi dateng lagi” “ini jam 10 malem deh, masih aja gue terjebak meeting” “duhh, wiken ini gue gak bisa ikutan kumpul.. masuk kantor nihh” “gilakk gue mulai gak punya kehidupan sosial gini” “stress banget gua sama kerjaan”

Seenggaknya pasti ada satu dua kalimat di atas yang pernah keucap kan? Yahh namanya juga kerja pasti capek, menyita waktu dan pikiran. Tapi gak lucu juga kalo gara-gara kerjaan terus jadi gak punya kehidupan. Nah kira-kira supaya bisa tetap punya kehidupan, mungkin paragraf-paragraf berikut bisa berguna. Kalo gak, yaa namanya juga usaha.

Mulai lah pagi hari di kantor dengan tidak langsung kerja. Sarapan dulu, browsing ini itu, ngopi pagi di kantor, ngerokok, rumpi dikit juga boleh, siapin playlist buat kerja sehari itu, main game, dan lain-lain dan seterusnya. *tapi yaa jangan kelamaan juga sih*

Setiap makan siang, keluar lah dari ruang kantor! Ganti suasana itu perlu, hirup udara Jakarta yang berpolusi juga gakpapa daripada hirup hawa kantor seharian. Dan jangan pernah makan siang sambil ngerjain kerjaan apa pun. Seberapa pun banyaknya kerjaan, sebawel apa pun bu boss dan pak boss nagih kerjaan ini itu, semuanya harus distop pas makan siang.

Bagi perokok, sekali dua kali keluar untuk ngerokok juga penting! Yaa asal tau diri juga sih, jangan setiap 15 menit sekali keluar ngerokok, kapan kerjanya kalo gitu.

Oia, solat juga penting, bagi yang menjalankan, jadi jangan ditinggalin cuma karena kerjaan yang numpuk. *bukannya sok relijius, bukan sok ngajarin, tapi yaa gitu deh*

Sambil kerja sambil browsing ini itu juga perlu. Tinggal diasah aja kemampuan untuk ganti page secepat kilat kalo tau-tau ternyata bu boss atau pak boss muncul di belakang.

Kalo bukan fasilitas dari kantor, ada baiknya email kantor gak perlu di-sync di smartphone. Hati-hati, itu jebakan betmen!

Seberapa pun capeknya kerja hari itu, kalo emang pingin kelayapan, ya kelayapan aja. Refreshing itu perlu. Jangan sampe waktu kelayapan terganggu oleh kerja. #eh

Perlu ada pemisahan antara hidup di kantor dan di luar kantor. Kayak ada baiknya gak perlu berteman di dunia maya dengan orang-orang kantor. Bukannya jadi kepribadian ganda, tapi emang perlu dipisahin antara kantor dan luar kantor.

Kalo orang-orang di kantor gak punya kehidupan, biarin aja. Pokoknya kita harus tetep punya kehidupan.

Habiskan jatah cuti setahun. Buat apa juga disimpen-simpen. Gak ada akumulasi cuti, gak bisa diuangin juga. Jadi, mari kita cuti!

Bolos sekali-sekali juga perlu. Bilang aja demam, atau maslah pencernaan, atau apa pun lah bisa dijadiin alasan. Menyenangkan aja pas di hari kerja bisa bangun siang dan bengong aja di depan TV. Yaa atau jalan-jalan kemana kek.

Gak usah peduliin semua email, sms, telepon, atau apa pun itu yang berbau-bau kerjaan yang masuk pas weekend atau pas lagi liburan. You need a break! Pernah ada kolega yang protes “Iya, mbak sih kemarin saya telepon untuk follow up gak diangkat”, ini bisa dengan mudah ditanggapi “Oo kemarin kan hari Minggu, mbak. Saya sih kalo hari Minggu libur”.

Anggap aja kerja itu penunjang kegiatan senang-senang. Dengan kerja, makanya kita terima penghasilan. Penghasilan ini terus dipake buat seneng-seneng nikmatin hidup. Jadi mau gimana juga emang harus kerja dengan baik supaya gajinya naik terus jadi modal seneng-seneng makin besar. Sambil jangan lupa nabung juga.

Kesannya kok kayak sebel banget sama yang namanya kerja dan kantor? Jangan sedih, saya sangat menyukai pekerjaan saya sekarang. Lingkungan kerja yang menyenangkan, pak boss dan bu boss yang luar biasa, penghasilan yang cukup *walopun gak nolak kalau dikasih lebih*, ilmu yang banyak, networking yang luas, jam kerja yang cukup fleksibel, dan lain lain dan seterusnya dan kawan-kawan. Bukan, ini bukan semacam komplen atau caci maki terselubung untuk kantor atau kerjaan. Semua kerjaan yang ada dikerjakan dengan ikhlas dan sepenuh hati.

Jadi, bekerja lah dengan hati. Oh,  dan jangan lupa bersyukur. *ok, saat mulai sok bijak saatnya juga tulisan ini selesai*

Tapi, punya kehidupan juga penting. Begitulah..

Well, I’m sorry if you don’t have a life. But I do.. :)

    • #kerja
    • #kantor
    • #meracau
    • #jakarta
  • 1 year ago
  • 1
  • Comments
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
city light — Jakarta
captured by Bibi
edited by Me
Pop-upView Separately

city light — Jakarta

captured by Bibi
edited by Me
    • #shelda
    • #jakarta
    • #city light
  • 3 years ago
  • Comments
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Pop-upView Separately
    • #jakarta
    • #kota tua
    • #photo
    • #old bar
  • 3 years ago
  • 1
  • Comments
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
home
View Separately

home

    • #jakarta
    • #bunderan HI
  • 3 years ago
  • Comments
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
dukuh atas view around 7
Pop-upView Separately

dukuh atas view around 7

    • #dukuh atas
    • #jakarta
    • #photo
    • #city light
    • #shelda
  • 3 years ago
  • 1
  • Comments
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Portrait/Logo

supercalifragilisticexpialidocious

Me, Elsewhere

  • @@shel_da on Twitter
  • Facebook Profile
  • http://pinterest.com/adlehs/ on Pinterest

Twitter

loading tweets…

I Dig These Posts

  • Photoset via soulpancake

    veganstudentnudist:

    sex-and-coffee:

    This!!

    Photoset via soulpancake
  • Photoset via soulpancake

    photojojo:

    Andy Prokh’s day job is being an economist, but in his free time, he shoots these wonderful portraits of his daughter Catherine...

    Photoset via soulpancake
  • Question via aadambautistaa
    Anonymous asked: when is it good to let go?

    Hmm depends what you’re talking about…

    - Like if it’s a floating balloon, I suggest you don’t let that thing go cause chances are it will fly away...

    Question via aadambautistaa
  • Photo via vogueweekend

    Olivia Palermo photographed by Vanessa Jackman, London

    Photo via vogueweekend
See more →
  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Ask me anything
  • Submit
  • Mobile
Effector Theme by Pixel Union